JUPE CAWABUP PACITAN……Apa kata dunia?????

April 9, 2010 at 9:50 am Tinggalkan komentar


Demokrasi di Bumi Pertiwi masih tergolong muda, namun kecepatannya sudah “melebihi suara”, sehingga segala sesuatu yang dulu tabu dan mustahil, sekarang menjadi mungkin.
Misal, sederet artis atau penyanyi di Tanah Air mencoba keberuntungan di ranah politik, dengan menjadi calon gubernur, wagub, bupati, wabup atau wali kota maupun wakil wali kota, di berbagai daerah.
Sebut saja yang berhasil adalah Dede Yusuf (Wagub Jabar) atau Rano Karno (Wabup Tanggerang, Banten) maupun Diky Chandra (Wabup Garut). Namun, banyak juga yang kurang beruntung, seperti Helmy Yahya (Wagub Sumsel) dan Saiful Djamil atau Marisa Haque (Wagub Banten).
Memasuki tahun 2010 ini, di Jatim ada 18 kota/kabupaten yang menyelenggarakan pilkada, beberapa daerah di antaranya juga “latah”, para artis ikut mencalonkan atau dicalonkan parpol.
Seperti peragawati era 80 hingga 90-an, Ratih Sanggarwati, maju menjadi cabup di tanah kelahirannya, Kabupaten Ngawi. Ia yang sudah berkiprah di dunia politik (PPP), maju melalui kendaraan PPP, berkoalisi dengan PKB.
Emilia Contesa, penyanyi lawas yang juga telah berpolitik melalui PPP, juga berencana ikut bertarung sebagai cabup di daerah kelahirannya, Kabupaten Banyuwangi.
Si Goyang Ngebor, Inul Daratista yang asli dari Japanan, Kabupaten Pasuruan, juga digadang-gadang oleh PKB untuk dicalonkan sebagai Wabup Malang.
Namun, yang akhir-akhir ini membuat meradang berbagai kalangan, khususnya ulama dan parpol berbasis Islam, adalah dicalonkannya artis seksi Julia Perez sebagai cawabup Pacitan, daerah kelahiran atau kampung halamannya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini menjabat Presiden RI.
Bintang iklan kondom yang karib dengan sapaan Jupe itu, dijagokan delapan parpol di Pacitan yang tergabung dalam koalisi amanat persatuan rakyat (Ampera). Delapan parpol dimaksud, masing-masing adalah Partai Hanura, PAN, Gerindra, PBB, Patriot, PDP, PKPB, serta PKPI.
“Masuknya nama Julia Perez serta Cici Paramida ini kami sampaikan berdasar hasil penjaringan sementara. Tidak menutup kemungkinan nanti akan muncul nama-nama artis lain,” kata Sutikno, koordinator Ampera mengungkapkan.
Selain Jupe dan Cici (belakangan menyatakan mundur), nama dua artis bersaudara Ayu Azhari dan Sarah Azhari juga sempat meramaikan bursa penjaringan yang digelar sejak awal Maret lalu. Namun, keduanya lantas mengundurkan diri.
Versi Sutikno, Sarah mundur dengan alasan merasa tidak nyaman karena harus bersaing dengan kakaknya, Ayu Azhari. Sementara Ayu sendiri, akhirnya juga ikut mundur dengan alasan masih trauma kegagalannya dalam bursa Pilkada Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
“Sarah nggak enak karena bersaing dengan kakaknya, Ayu juga mundur karena sebab tertentu,” ucap Sutikno yang juga Ketua DPC Hanura Kabupaten Pacitan tersebut.
Ia menambahkan, penjaringan yang dilakukan di Jakarta tersebut hanya khusus untuk posisi calon wakil bupati.
Sementara untuk posisi calon bupati, saat ini masih dilakukan penjaringan tersendiri di tingkatan lokal, Kabupaten Pacitan.
Untuk sementara ini, ujar Sutikno, setidaknya sudah ada tiga nama bakal calon bupati yang mendaftarkan diri melalui koalisi Ampera.
Mereka adalah Lurah Bangunsari, Kecamatan Bandar, Sudarno, Kepala Dinas Kelautan dan Perikananan (DKP) Kabupaten Pacitan, Indartarto, serta Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pacitan, Suyantoro.
Bursa penjaringan calon bupati dan wakil bupati Pacitan ini rencananya akan terus dibuka hingga akhir Juni 2010.
Tercatat 18 kabupaten dan kota di Jawa Timur yang melaksanakan pilkada dalam tahun 2010, di mana Kabupaten Pacitan melaksanakan paling akhir dari 18 pilkada itu, yakni 22 Desember.
Jupe tampaknya menjadi magnet bagi mereka yang berhasrat menggandengnya, seperti sepupu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Nurcahyono, bahwa dia menyatakan tetap maju dalam Pilkada Pacitan, Jawa Timur, bersama artis ibu kota Jupe, meskipun belum mendapatkan restu dari pihak keluarga.
“Saya akan menghadap Bapak Presiden, jika pencalonan saya melalui Koalisi Ampera sudah positif. Saat ini prosesnya masih sebatas penjaringan,” katanya.
Menurut ia, munculnya penolakan dari sebagian anggota keluarga sebagai sebuah kesalahpahaman. Demikian pula terkait calon pendampingnya Jupe yang selama ini dikenal sebagai artis “panas”.
“Keluarga kami mengutamakan demokrasi. Jadi, kami diberi kebebasan untuk menentukan hak masing-masing. Yang penting tujuannya baik, yakni untuk membangun bangsa dan negara ini, khususnya di Kabupaten Pacitan,” kata Nurcahyono berdalih.
Terkait dengan pencatutan nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Nurcahyono mengatakan dirinya sama sekali tidak ada niat untuk menjual nama Presiden. Dia berdalih penyebutan embel-embel “SBY” merupakan inisiatif pekerja media.
Namun, mantan Kepala Desa Pagotan, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan itu, mengungkapkan latar belakangnya sebagai anggota keluarga Presiden Yudhoyono memang melekat.
“Saya merupakan putra kelima dari delapan bersaudara. Ibu saya, Siti Ngaini, merupakan adik kandung dari ayahanda Presiden SBY, Letnan Satu (Purn) TNI Soekotjo,” ujarnya.
Salah satu paman Presiden Yudhoyono, Sudjono, menegaskan apa yang dilakukan Nurcahyono sudah melanggar etika keluarga, kendati tidak mempersoalkan rencana Nurcahyono maju dalam Pilkada Pacitan pada 22 Desember 2010.
Sudjono hanya mengingatkan supaya kebebasan dalam menentukan sikap politik yang berlaku dalam keluarga mereka, tidak lantas disalahgunakan oleh Nurcahyono.
“Tidak perlu membawa-bawa nama SBY. Kami atas nama keluarga sangat keberatan. Apalagi saudara Nurcahyono tidak pernah rembukan dulu dengan keluarga,” kata Sudjono.
Dapat tentangan
Tidak hanya itu, Ampera juga dalam perjalanannya mendapat tentangan dari parpol anggota koalisinya, yaitu PAN dan PBB yang membatalkan ikut koalisi bila Jupe tetap dicalonkan.
“Jika memang benar PAN mau keluar, bagi kami tidak masalah. Karena (tanpa parpol berbasis Islam itu) suara koalisi masih cukup, yakni 46 ribu, sedangkan yang dibutuhkan hanya 44 ribu suara,” ucap Sutikno.
Tanggapan Ketua DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Pacitan itu juga ditujukan kepada DPC PBB Kabupaten Pacitan yang telah menarik dukungan terhadap pencalonan artis yang telah membintangi iklan kondom dan produk kejantanan lainnya itu.
Sutikno beralasan, masuknya nama Jupe masih sebatas proses penjaringan. Dia justru mengeritik komitmen politik kedua partai tersebut karena dianggap telah mendiskriminasi hak Jupe sebagai warga negara Indonesia yang hendak berpartisipasi dalam Pilkada Pacitan.
“Bagaimana pun keluarnya mereka (PAN dan PBB) sangat kami sayangkan. Setiap warga negara Indonesia berhak untuk memilih dan dipilih menjadi bupati atau wakil bupati,” katanya menegaskan.
Oleh sebab itu, Sutikno menegaskan, Koalisi Ampera tidak akan berubah sikap. Julia Perez tetap akan menjadi kandidat utama koalisinya untuk diajukan sebagai calon wakil bupati Pacitan dalam pilkada yang akan digelar pada Desember 2010.
Sementara itu, Ketua DPC PAN Pacitan, Hadi Susilo, menyatakan partainya belum secara resmi mengundurkan diri dari Koalisi Ampera.
Namun, Hadi secara tegas menyatakan bahwa PAN menolak rencana koalisi yang hendak mencalonkan Jupe. “Akan tetapi, kami akan mengambil keputusan setelah melakukan evaluasi di tingkat internal dan koordinasi dengan DPW dan DPP PAN,” katanya.
Penolakan atas pencalonan Jupe juga dilakukan oleh PBB. Pencabutan dukungan partai berlatar belakang Islam itu secara resmi disampaikan Ketua DPW PAN Jatim, Sudarno Hadi, di Surabaya, Jumat (2/4) sore.
Kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, Sudarno menegaskan, partainya tidak pernah menyatakan dukungan terhadap pencalonan Jupe.
Jika PAN dan PBB keluar maka koalisi yang namanya diambil dari nama fraksi partai-partai kecil di DPRD Kabupaten Pacitan periode 2009-2014 itu hanya menyisakan enam partai.
Adapun delapan parpol yang berkoalisi tersebut memiliki suara yakni Partai Hanura sekitar 14.400 suara, PAN 10.000, PKPB 7.000, PDP 7.000, Patriot 6.000, Gerindra 5.000, PBB 1.500 dan PKPI 500 suara.
Jika dua parpol PAN dan PBB menarik diri maka menurut Sutikno tak menjadi persoalan karena sisa dari partai koalisi yang ada tersebut masih 45.000 suara.
Saat ditanya banyaknya komentar miring yang menilai pencalonan Jupe hanya menonjolkan kemolekan tubuhnya, Sutikno menilai bahwa penampilan luar tidak bisa menjadi jaminan bahwa orang tersebut bagus dalam kepribadiannya.
“Banyak yang profesor, dokter, insinyur tapi nyatanya tidak ada perkembangan yang signifikan. Sekarang ini kan masih proses penjaringan, dan kita terbuka bagi siapa saja yang ingin mencalonkan dirinya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto tidak mempersoalakan jika adanya kalangan artis seperti halnya Julia Perez maju dalam Pilkada Pacitan.
“Soal disetujui atau tidak itu tergantung rakyat,” kata Wiranto saat membuka Musda I DPD Partai Hanura Jatim di Surabaya.
Menurut Wiranto, pihaknya selama ini masih belum membicarakan majunya Jupe untuk menjadi calon wakil bupati Pacitan. “Itu belum dibicarakan, tapi sudah ‘booming’ di mana-mana,” ujarnya sambil tersenyum.
Namun demikian, Wiranto tidak mempersoalkan hal tersebut asalkan masyarakat Pacitan bisa menerima keberadaan Julia Perez menjadi calon orang nomor dua di tempat kelahiran Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Optimistis
Julia Perez yang belum pernah ke Pacitan dan mengetahui kabupaten di barat daya Kota Surabaya yang menghadap Samudera Hindia itu dari internet, mengaku dirinya optimistis masyarakat Pacitan bisa menerimanya, meski akhir-akhir ini dia menuai protes dari warga setempat.
“Pro kontra itu sudah biasa, saya akan memberikan penjelasan kepada mereka yang belum bisa menerima saya,” kata Jupe saat menghadiri Musda I DPD Partai Hanura Jawa Timur, di Surabaya, Sabtu (3/4).
Menurut dia, pihaknya akan melakukan berbagai pendekatan dengan cara mendatangi langsung masyarakat Pacitan. Hal itu dilakukan untuk mengetahui apa yang dikehendaki rakyat Pacitan.
“Kira-kira apa yang bisa diubah. Perekonomian masyarakat Pacitan kan di bawah standar. Untuk itu, Pacitan ke depan harus bisa lebih baik dari sekarang, baik secara ekonomi maupun pariwisatanya,” tuturnya.
Selain itu, Jupe mengaku dirinya maju Pilkada Pacitan tidak untuk memanfaatkan sensasinya, namun ingin benar-benar mengabdi kepada bangsa terutama untuk rakyat Pacitan.
“Selama saya terjun di dunia ‘entertainment’, saya tidak pernah provokatif dan mencari sensasi. Di dunia partai politik, saya tidak membutuhkan sensasi. Saya ingin pengabdian kepada bangsa khususnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Pacitan,” ucapnya.
Namun pencalonan Jupe tersebut belakangan menuai protes dari kalangan warga Pacitan, khususnya dari kalangan nelayan. Bahkan pengurus Paguyuban Nelayan Tradisional Tamperan Pacitan menilai, pencalonan Julia Perez sebagai cawabup tidak pas.
Selain dianggap tidak memiliki pengalaman di birokrasi maupun pengalaman politik, sosok Julia Perez juga dinilai tidak pas dengan karakter masyarakat Pacitan yang religius.
Figur Jupe selama ini identik dengan keseronokan karena terlalu vulgar mempertontontan lekuk tubuhnya. Apalagi Jupe pernah menjadi model iklan kondom maupun “obat/jamu” vitalitas pria dewasa.
“Waduh, kalau Jupe benar-benar bisa jadi dan terpilih sebagai Wabup Pacitan, gimana rakyatnya menerima saat dialog atau berkeluh kesah. Apa kata dunia!,” celetuk seorang jurnalis menirukan “tagline” Ditjen Pajak yang kerap muncul (iklan) di TV swasta. (ant/i)

dikutip dari : http://hariansib.com/?p=118887

Entry filed under: Pilkada JATIM. Tags: .

Brondong bersiap Tampung Kapal Besar Persela siapkan pemain lapis kedua di piala indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

KALENDER

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Artikel Lawas

Pengunjung Online


%d blogger menyukai ini: