Dua Posisi Wakil Rais Am dan Wakil Ketum PBNU Sasaran Kritik Banyak Pihak

April 18, 2010 at 4:43 am Tinggalkan komentar


Nahdlotul ulamaJAKARTA – Penetapan pengurus PB NU hingga kemarin (17/4) belum jelas. Sejumlah protes dan keberatan masih muncul menanggapi hasil rapat tim formatur di kediaman Rais Am Syuriah KH Sahal Mahfudz pada 12 April lalu.

Bahkan, kemungkinan perubahan susunan kepengurusan hasil rapat tim formatur kini mulai terbuka. “Saya juga dengar akan ada perubahan itu. Tapi, apa dan bagaimana, semua masih menunggu,” ujar salah seorang anggota tim formatur Syarbani Haira saat dihubungi kemarin (17/4).

Ketua PW NU Kalimantan Selatan itu hanya mengingatkan bahwa perubahan apa pun harus dilatari semangat ke-NU-an. “Masing-masing pihak jangan lagi bicara person seperti sebelumnya. Semua harus kembali ke semangat tawasuth (jalan tengah, Red), tawazun (seimbang, Red), dan tasamuh (toleransi, Red),” ingatnya.

Syarbani lantas mengungkapkan bahwa pada rapat formatur yang dipimpin Kiai Sahal yang didampingi Ketua Umum Tanfidziyah Said Aqil Siradj lalu, nuansa blok kekuatan yang muncul saat muktamar masih sangat terasa. Yaitu, kelompok yang menginginkan Kiai Sahal tetap sebagai rais am dan kubu yang mendukung Hasyim Muzadi.

“Dari dua blok ini, ada tarik-menarik,” ujar Syarbani. Terutama, kata dia, penentuan siapa yang pantas menempati posisi wakil rais am. “Draf awalnya, posisinya cuma satu, tidak jadi dua seperti sekarang,” tambahnya.

Blok Hasyim Muzadi menginginkan agar mantan ketua umum tanfidziyah itu yang menduduki posisi tersebut. Sementara itu, Kiai Sahal dengan didukung sebagian kecil anggota formatur lainnya cenderung menginginkan agar KH Mustofa Bisri (Gus Mus) yang menjadi wakilnya. “Nah, baru setelah itu, muncul usul jalan tengah dengan menambah posisi wakil rais am menjadi dua. Begitu pula wakil ketua umum,” beber Syarbani.

Namun, belakangan, dua posisi wakil rais am dan wakil ketua umum itulah yang menjadi sasaran kritik banyak pihak. Formasi dua wakil tersebut tetap ditolak sejumlah pihak. Keputusan menambah satu posisi itu dianggap telah melanggar AD/ART NU pasal 22 ayat (1) dan (2). Di situ disebutkan bahwa kepengurusan harian syuriah terdiri atas rais am, wakil rais am, beberapa rais, katib am, dan beberapa katib. Pengurus tanfidziyah terdiri atas ketua umum, wakil ketua umum, beberapa ketua bidang, Sekjen, beberapa Wasekjen, bendahara, dan beberapa wakil bendahara.

Kritik keras, antara lain, muncul dari mantan kandidat ketua umum Ahmad Bagdja. Dia berharap agar susunan kepengurusan diperbaiki dengan mengacu secara utuh pada AD/ART. “Sebelum PW NU dan PC NU protes karena ini pelanggaran serius. Situasi bisa jadi gawat kalau yang protes mencapai dua pertiga (di antara total yang ada),” ingatnya.

Terkait dengan rencana perubahan susunan kepengurusan, kemarin Ahmad Bagdja kembali mengingatkan bahwa perubahan formatur tidak bisa hanya dilakukan Kiai Sahal dan Said Aqil. Namun, mereka juga harus melibatkan tim formatur lainnya. “Kalau hanya rais am yang merombak, tetap akan dipertanyakan, diprotes oleh wilayah. Kan, kasihan Mbah Sahal kalau itu sampai terjadi,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, rais am dan ketua umum memang merupakan mandataris muktamar. Tapi, dalam hal penyusunan kabinet PB NU, muktamar memberikan mandat kepada rais am, ketua umum, dan perwakilan wilayah sebagai tim formatur. “Semua harus dilakukan dengan prosedur yang benar agar tidak mengundang pertanyaan,” ujar tokoh yang dikenal dekat dengan Hasyim Muzadi itu.

Dikutip dari : http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=129036

Entry filed under: Nahdlotul Ulama'. Tags: .

KPUK Lamongan Tawarkan Dua Format Kampanye Bengawan solo kembali mintak TUMBAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

KALENDER

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Artikel Lawas

Pengunjung Online


%d blogger menyukai ini: