Pesilat kembali tewas saat SABUNG ( Latih tanding )

April 19, 2010 at 5:34 am 1 komentar


Susanto, 15, siswa kelas 2 SMP menambah panjang daftar korban tewas saat latihan pencak silat. Dia tewas seketika setelah perutnya kena tendang teman lawan latih sabung (bertarung).
Korban, siswa SMP Negeri 2 Wungu, Kabupaten Madiun, saat itu bertanding melawan Tria Legowo, 18, yang juga masih sanak saudaranya sendiri, Sabtu (17/4) malam.

Pada malam nahas itu korban berlatih pencak silat bersama puluhan rekan seangkatannya yang tengah mengikuti salah satu perguruan pencak silat terbesar di Madiun. Lokasi latihan itu di pendapa Kantor Desa Sobrah, Kecamatan Wungu, yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah korban.

Saat gilirannya bertarung, Susanto berhadapan dengan teman yang usianya lebih tua 3 tahun, yaitu Tria Legowo. Saat bertarung, korban terkena tendangan perut kirinya hingga tewas seketika.

Ayah Susanto, Jaimen, 50, mengatakan, anaknya baru mengikuti latihan pencak silat sejak 5 bulan lalu. Menurutnya, putra ketiganya itu belum disahkan mendapatkan sabuk putih. Rencananya, akan mendapatkan pengesahan pada bulan Desember 2010 bertepatan dengan Bulan Suro (tahun baru Jawa).

“Katanya kena perut samping kirinya. Tadi malam mayatnya dibawah ke kamar mayat RSUD dr Seodono Madiun untuk diotopsi luar, dan hingga pagi tadi baru dibawa pulang,” terangnya kepada Surya, Minggu (18/4) di sela-sela menerima tamu yang bertakziah ke rumah duka RT 09/RW 02, Desa Sobrah.

Jaimen mengaku pasrah dan menerima keadaan anaknya menjadi korban saat latihan pencak silat. “Saya sudah ikhlas, mungkin karena memang waktunya. Sebab, anak saya kondisinya memang sehat dan tak sakit-sakitan,” ujar Jaimen.

Sedangkan Ny Marmi, ibu kandung dan Ny Sriyani, 24, kakak kandung almarhum belum bisa menerima kepergian korban. Saat dilaksanakan brobosan menjelang pemberangkatan jenazah ke pemakaman, keduanya menangis histeris. Hingga jenazah dibawa ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat keduanya terus menangis histeris.

Polisi hingga kemarin siang masih mengusut kematian korban. Di Polsek Wungu ada empat rekan korban yang masih dimintai keterangan. Kendati demikian, polisi tidak melihat ada unsur kesengajaan dalam peristiwa ini.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Muhammad Zaini menegaskan, kasus ini tidak akan ditindak lanjuti dalam pemeriksaan hukum. Alasannya, tidak ada unsur percobaan penganiayaan maupun percobaan pembunuhan. Menurutnya, kasus itu, hanya sebuah kecelakaan. Selain itu, keluarga korban dan lawan tarungnya juga masih keluarga dan pihak orangtua korban sudah mengikhlaskannya.

dikutip dari : http://www.surya.co.id/2010/04/19/ditendang-pendekar-tewas.html

Entry filed under: Seputar JATIM. Tags: .

Edan, Janin manusia dijadikan sup Lamongan kemballi terendam bajir kali bengawan jero

1 Komentar Add your own

  • 1. shinta  |  April 21, 2010 pukul 4:07 am

    saya jg siswa pwncak silat sh terate. saya sdh lthan kurang lebih 3 tahun. mohon para seniorx agar memasang alat keamanan sebelum sabung. supaya tidak terjadi hal fatal spt nie, thanks

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Pos-pos Terbaru

KALENDER

April 2010
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Artikel Lawas

Pengunjung Online


%d blogger menyukai ini: